Showing posts with label Gadis. Show all posts
Showing posts with label Gadis. Show all posts

5 Alasan jangan Tiduri Gadis Perawan Sebelum Menikah

0 comments

Memiliki pengalaman bercinta dengan seorang wanita perawan adalah fantasi setiap pria. Ada semacam kebanggaan begitu menjadi 'yang pertama' dan 'tak terlupakan' bagi seorang wanita. Benarkah meniduri perawan selalu berlangsung indah?
wiithink's Avatar
PresiKeperawanan adalah sesuatu yang disakralkan oleh wanita. Mereka hanya ingin menanggalkannya dengan pria yang dipercaya. Inilah sebabnya, banyak pria yang mengidam-idamkan keperawanan seorang wanita, terlepas dari moral yang menyimpang. Tapi, meniduri seorang perawan tidak semudah yang Anda bayangkan, malah bisa menjadi mimpi buruk. Berikut ini adalah pertimbangan yang harus dilakukan sebelum Anda berencana 'belah duren':

Persiapan Ekstra
Tidak seperti wanita yang berpengalaman, seorang perawan tidak tahu apa yang harus dilakukan di 'malam pertama'-nya. Ini berarti pekerjaan besar bagi Anda untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar dia merasa nyaman dan bersedia 'dibelah'. Semakin tua usianya, semakin keras usaha Anda. Anda juga harus memiliki kekuatan ekstra dalam merayu, bersikap, dan pesona. Jika Anda tidak memiliki tiga kekuatan tersebut, bersiaplah untuk sebuah penolakan. Terutama jika dia memang sangat menjaga keperawaannya untuk sang suami--jika Anda bukanlah orangnya.

Rasa Panik
Ketika tiba saatnya bagi dia melepaskan keperawaan, maka akan ada kepanikan sebelum, selama, dan setelah seks. Dia bisa saja memutuskan hubungan di menit terakhir karena merasa bersalah. Ketika keperawaan menjadi hal yang penting, urusannya menjadi lebih emosional. Anda bisa terikat oleh kepanikan, kesedihan, dan rasa salah yang dia rasakan. Jika sesuatu tidak berjalan semestinya, dia tiba-tiba menangis. Ini adalah salah satu tekanan terberat dalam meniduri wanita.

Menginginkan Ikatan
Adalah sesuatu yang masuk akal jika seorang perawan menginginkan sebuah ikatan abadi dengan pria yang memerawaninya. Sangat sedikit wanita di dunia ini yang mau rela begitu saja diperawani tanpa ada ikatan. Jika Anda tergolong pria brengsek yang sekedar menginginkan seks tanpa ingin terikat dengannya, lebih baik urungkan niat menidurinya. Seks sejatinya harus bersimpati, memiliki emosi, dan komitmen.

Tidak Berpengalaman
Sudah semestinya seorang perawan memang tidak berpengalaman dalam urusan seks. Dia tidak baik dalam hal ini. Anda mungkin bisa saja bangga telah mendapatkan keperawanannya, tetapi tidak dapat pengalaman seks yang baik. Karena untuk urusan ini seorang perawan bukanlah jagonya. Percayalah!

Takut Darah
Melakukan hubungan seks dengan seorang perawan bisa membuat sprei Anda berantakan. Bercinta untuk pertama kalinya bagi seorang perawan sejatinya adalah perdarahan. Jika Anda atau dia adalah sosok yang paranoid dengan darah, bersiaplah sprei Anda tidak hanya dibercaki darah dan sperma, tetapi juga muntah. Sangat menjijikan!

READ MORE ...

Inilah Pemicu Gadis Remaja Berani Berhubungan Seks di Luar Nikah

0 comments

Kasus gadis remaja yang melakukan hubungan seks di luar nikah semakin banyak terdengar. Masalah ini tak hanya dialami di tanah air, namun juga dialami oleh banyak negara di berbagai belahan bumi.
Maraknya tontonan berbau seks dan mudahnya akses internet untuk mendapat berbagai macam konten agaknya memicu remaja melakukan seks di luar nikah.
Seperti dilansir mid-day.com,  berikut adalah faktor-faktor yang berperan dalam peningkatan kasus gadis remaja yang melakukan seks di luar nikah.


1. Orangtua yang cuek
Orangtua yang menutup mata terhadap perilaku dan tindakan anak remajanya justru makin mendorong remaja untuk berhubungan seks. Demikian kesimpulan sebuah penelitian yang mencoba mencari kaitan antara pengasuhan dengan peningkatan aktivitas seksual pada remaja.
“Belum ditemukan kaitan antara orangtua yang sangat mengontrol perilaku anak-anaknya dengan peningkatan aktifitas seksual pada remaja. Meskipun demikian, anak-anak tetap perlu diberi kebebasan,” kata peneliti, Rebekah Levine Coley.


2. Konsumsi alkohol
Kebiasaan minum alkohol atau minuman keras membuat remaja tak bisa mengendalikan perilakunya, termasuk dalam melakukan aktifitas seks. Akibatnya bisa berisiko terkena penyakit menular seksual.

3. Bacaan remaja yang bermuatan seks
Membaca buku adalah kebiasaan yang baik. Tapi sebuah penelitian menemukan bahwa buku remaja populer terkadang memuat kisah-kisah seksual yang eksplisit. Artinya, orangtua perlu memantau bahan bacaan remaja gadisnya. Tidak semua bahan bacaan baik untuk dibaca.
“Buku yang ditujukan untuk anak berusia 12 13 tahun tak kalah menariknya dengan bacaan untuk usia 14 tahun ke atas. Apalagi, seks yang sehat, aman dan konsekuensi dari hubungan seks hampir tidak pernah disebutkan dalam novel,” kata Sarah Coyne, psikolog di Universitas Brigham Young.

4. Perilaku lesbianisme pada remaja meningkat
Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa jumlah gadis remaja yang melakukan kontak seksual dengan sesama wanita makin banyak dibanding sebelumnya. Menurut data statistik, 11% gadis berusia 17 tahun telah melakukan kontak seksual dengan gadis remaja lain. Padahal pada tahun 2002, angkanya hanya 5%.

5. Gadget
Sebuah penelitian menemukan makin banyak gadis yang menginjak usia awal remaja melakukan sexting, yaitu mengirimkan SMS dengan kata-kata bermuatan seks. Bahkan remaja putri ini juga mengirim foto seksinya kepada pacar.
“Jumlah pelaku sexting terus meningkat. Kami menemukan banyak bukti gadis remaja berusia 12 13 tahun dipaksa mengirimkan foto seksinya oleh pacar,” kata Jon Brown, kepala program kekerasan seksual National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) di Inggris.

6. Bermasalah dengan berat badan
Sebuah penelitian menemukan bahwa kelebihan berat badan atau bagaimana para gadis remaja memandang berat badannya sendiri berperan penting dalam melakukan hubungan seks yang berisiko.
Peneliti dari Universitas Pittsburgh menemukan bahwa remaja wanita yang aktif secara seksual dan kelebihan berat badan atau merasa dirinya kelebihan berat badan lebih kecil kemungkinannya menggunakan kondom dibandingkan yang merasa berat badannya normal.
sumber

READ MORE ...

Karena Sebatang Rokok sang Ibu, Wajah si Gadis Hancur Menakutkan

0 comments

Gadis remaja umur 15 tahun seharusnya sedang cantik-cantiknya, kecuali yang satu ini. Wajah gadis ini hancur sejak bayi gara-gara ibunya merokok sembarangan hingga terjadi kebakaran hebat yang membuatnya menderita luka bakar 90 persen.

Terri Calvesbert (15 tahun) baru saja memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa kecilnya, yang konon nyaris merenggut nyawanya.

Dokter spesialis luka bakar di Chelmsford saat itu memperkirakan Terri akan meninggal akibat luka bakar yang terlalu parah, namun ajaibnya bayi yang ketika itu baru berusia 18 bulan masih hidup dan sekarang telah masuk usia remaja.
Kini, Terri telah memutuskan untuk mencari ibu kandungnya, Julie Minter (32 tahun) yang menghilang setelah pada malam itu dengan cerobohnya meninggalkan rokok di tempat tidur dan memicu kebakaran hebat di kamar tidurnya di Ipswich.

Kebakaran itu membuat Terri kehilangan rambut, hidung dan matanya. Namun hingga saat ini, sang ibu belum pernah mau ditemui untuk membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu.

Bisa dipahami, hingga kini Julie selalu dibayangi perasaan bersalah yang sangat mendalam. Hanya 2 bulan sejak peristiwa itu, perempuan ini memutus kontak dengan suaminya dan juga sang anak, Terri yang kehilangan wajah cantiknya untuk selama-lamanya.

Terri saat ini tinggal bersama Paul (39 tahun), ayah kandungnya dan juga Nicky (44 tahun) ibu tirinya. Meski hidupnya bahagia, namun Terri penasaran untuk mencari tahu lebih detail tentang masa lalunya.

"Hanya mama yang bisa memberi tahu apa yang terjadi dalam kebakaran itu. Tapi saat itu, dia tidak bisa atau memang tidak mau. Ini membuat saya marah. Sangat berarti bagi saya untuk mendengarnya langsung dari mama," kata Terri seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (14/6/2012).

Julie meninggalkan Terri dan keluarganya, hanya 2 bulan setelah peristiwa kebakaran tersebut. Sejak saat itu, Terri telah menjalani 50 kali operasi yang menyakitkan untuk sedikit memperbaiki luka bakarnya yang menyeramkan.

Gadis yang kini mengenakan wig pirang ini, masih membutuhkan beberapa operasi serta donor kulit sepanjang sisa hidupnya. Beruntung, ribuan orang di seluruh dunia tersentuh oleh kisahnya dan mendonasikan bantuan dana untuk operasi tersebut.

Julie, ibunya terkahir berbicara 5 tahun yang lalu saat diwawancarai majalah Closer.

"Saya tidak tahu apa yang membuat saya meninggalkan rokok di situ. Saya mengulang momen itu berulang-ulang di benak saya," kata Julie yang mengaku berusaha menyelamatkan Terri, tetapi mundur karena asapnya terlalu tebal dan apinya terlalu besar.

"Saya tidak bisa masuk, tidak bisa melihat apa-apa. Saya keluar untuk mencari tahu apakah bisa menjebol jendela, tetapi tidak berhasil. yang bisa saya lakukan hanya berteriak 'anak saya terbakar'," lanjutnya.

Dalam wawancara itu, Julie juga mengungkap alasannya untuk kabur meninggalkan keluarganya. Ia mengaku dibayangi perasaan bersalah, hingga selalu berpikir untuk bunuh diri jika masih berada satu rumah dengan anak perempuan tercintanya tersebut.

Julie dan anaknya, Terri sempat beberapa kali bertemu tetapi tidak terlalu banyak membicarakan masa lalu karena waktu itu Terri masih kecil. Sekarang, Terri merasa sudah cukup dewasa untuk mengungkap masa lalunya. Ia sudah memaafkan ibunya atas kebakaran yang merampas wajahnya, namun jauh lebih sulit memaafkan kepergian ibunya setelah peristiwa itu.
sumber

READ MORE ...